oleh: SEBASTIAN PARTOGI*

Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya adalah komunitas yang sangat menghargai individualitas manusia dalam beragam wujud dan warna yang ada. Baik mahasiswa maupun dosen-dosennya kebanyakan memiliki sikap toleran terhadap variasi manusia. Dalam lingkungan Indonesia yang homofobik, komunitas FP UAJ memberikan ruang yang aman bagi individu-individu LGBT untuk merasa aman secara fisik, emosional dan sosial serta untuk dapat mengaktualisasikan diri. Tidak dapat dipungkiri, ada individu-individu homofobik di FP UAJ namun jumlahnya sedikit apabila dibandingkan dengan mayoritas manusia yang berpikiran terbuka.

Komunitas FP UAJ juga memberi ruang bagi individu-individu yang skeptis terhadap dogma-dogma religius untuk dapat mengekspresikan skeptisisme mereka dalam diskusi-diskusi informal. Semua ide bisa dilontarkan dan dikritisi. Cara mengkritisi ide-ide pun dilakukan dengan analitis dan argumentatif. Tidak ada ‘adu teriak’, tidak ada ‘adu jotos’. You can disagree without acting in a disagreeable way. Itulah yang saya saksikan dan pelajari di FP UAJ.

Terekspos dengan manusia yang memiliki beragam identitas, saya menyadari bahwa manusia dapat bertindak melampaui identitas yang mereka miliki. Identitas haruslah dipandang melalui kacamata kapasitas, bukannya kacamata keterbatasan. Gangguan mental, identitas seksual ataupun kepercayaan religius tidak lantas menyebabkan seseorang terhambat untuk berkontribusi pada komunitas dengan segenap kemampuannya. Saya belajar untuk optimis. Untuk menjadi aktif ketimbang pasif. Dengan stimulasi intelektual yang konstan dari dosen-dosen dan sesama mahasiswa, saya menyalakan api kreatif yang saya miliki. Dengan canda dan tawa yang saya alami bersama teman-teman mahasiswa, saya belajar tentang pentingnya humor untuk mengatasi situasi-situasi sosial yang meresahkan. Pikiran saya menjadi terbuka dan saat ini saya mencoba untuk berkontribusi bagi kelompok-kelompok manusia yang termarjinalkan karena identitas mereka pada setiap langkah yang saya ambil: saat mengajar, saat menulis dan saat melakukan obrolan informal.

Semangat untuk memperjuangkan individualitas serta menempatkan setiap individu dalam posisi yang terhormat, apapun identitas mereka, adalah semangat yang dibakar oleh komunitas FP UAJ dalam diri saya.

Selamat ulang tahun FP UAJ. Pertahankan sikap toleranmu. Tetap awas terhadap perangkap pikiran konservatif dan hitam-putih. FP UAJ adalah satu-satunya tempat di mana selain mendapatkan ilmu secara akademis, saya juga mendapatkan pengalaman menggugah tentang inklusivitas dan toleransi.

*) Penulis adalah alumni Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya  angkatan 2007