Oleh: GIANINA UNTARIADY*

Pada awalnya, logo daun berwarna oranye itulah yang menarik perhatian saya. Logo organisasi yang menarik, karena berbeda dengan logo organisasi lainnya di buku yang dibagikan pada acara Open House Psikologi 2008. Di bawah gambar daun oranye tersebut, ada tulisan tercetak tebal: MAPLE: Make People Learn. Hah? Organisasi apa ini sebenarnya? Namanya unik sekali.

Rasa penasaran membuat saya membaca tulisan yang menjelaskan tentang organisasi ini. Keterangannya berbunyi “Organisasi yang bergerak di bidang pelatihan. Pelatihan? Training? Astaga, organisasi yang serius sekali nampaknya. Hal tersebut kemudian membuat minat saya hilang sama sekali untuk bergabung dengan organisasi ini. Cukuplah saya serius di perkuliahan nanti, tak usah perlu seserius itu juga dalam organisasi kemahasiswaan.

Saat memasuki masa aktif perkuliahan di semester pertama, akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dan aktif di organisasi lain. MAPLE sama sekali tidak terlintas di benak saya. Lagipula menurut saya, siapa sih yang mau terlibat dalam organisasi serius seperti pelatihan? Memangnya ada? Bagian mana sih dari pelatihan yang menyenangkan?

Sampai pada suatu saat di kuliah Aktualisasi Diri, Pembimbing Akademik saya selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut mengatakan bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan pelatihan. Ia menambahkan bahwa pelatihan tersebut akan dibawakan oleh rekan-rekan senior yang berasal dari organisasi MAPLE. Pada saat itu, saya jadi bepikir bahwa kuliah berikutnya akan menjadi sangat membosankan dan tidak menarik.

Minggu berikutnya, ketika saya dan beberapa orang teman masuk kelas, ada dua orang kakak kelas yang menyambut kami. Kami diberikan spidol dan label nama untuk digunakan selama kegiatan hari itu. Susunan tempat duduk juga sudah berubah dari biasanya. Setelah hampir semua mahasiswa hadir, kegiatan pelatihan hari itu pun dimulai.

Pelatihan hari itu bertema Kerjasama Antarbudaya. Kami diajarkan berbagai materi yang dibawakan dengan menarik. Kami diajak untuk bermain, berdiskusi, bahkan melakukan roleplay untuk semakin memahami kerjasama antarbudaya. Ketika kegiatan tersebut selesai, saya merasa senang. Ternyata, belajar dengan format pelatihan itu menyenangkan!

Sejak pelatihan tersebut, skema di kepala saya tentang pelatihan mulai berubah. Ternyata hal-hal yang sebelumnya saya pikirkan mengenai pelatihan sama sekali salah. Pelatihan ternyata sangat menyenangkan. Pembelajaran ternyata bisa dilakukan dengan banyak cara yang sama sekali tidak membosankan. Akan tetapi, saya sama sekali belum tertarik untuk bergabung dalam organisasi MAPLE.

Sampai suatu saat, ada seorang senior yang memanggil saya di Hall C. Ketika itu, saya sedang berjalan bersama teman-teman saya. Akhirnya saya menghampiri kakak kelas tersebut, yang juga ditemani oleh beberapa orang senior yang tidak saya kenal. Ia kemudian mengajak saya dan teman-teman untuk mendaftar di organisasi MAPLE. Mereka memberikan selembar kertas untuk diisi informasi mengenai nama, NIM, nomor ponsel, dan e-mail kami.

Waktu itu, saya sebenarnya masih merasa ragu untuk bergabung dengan MAPLE. Akan tetapi, setelah berdiskusi sebentar dengan teman-teman, saya berpikir tidak ada salahnya untuk mendaftarkan diri. Toh masih ada beberapa tahap yang harus kami lewati untuk bergabung dalam organisasi ini. Ketika itu, saya diminta untuk membuat CV dan tulisan singkat mengenai diri saya. Saya sekaligus memilih waktu asesmen dari tabel jadwal yang disediakan oleh mereka.

Singkat cerita, setelah mengikuti asesmen tersebut, saya diterima. Akhirnya saya sungguh bergabung dalam MAPLE. Pada saat itu, saya masih belum tahu hal-hal yang akan saya lakukan. Saya hanya menurut ketika diundang untuk menghadiri rapat dan berbagai kegiatan MAPLE. Ketika diajak untuk mengikuti kegiatan Training For Trainers (TFT), saya juga menurut.

Di tahun pertama, pikiran saya semakin terbuka. Buat saya, ternyata menyenangkan sekali untuk belajar banyak hal, terutama dalam bidang pelatihan. Rasanya menyenangkan sekali saat bisa semakin banyak berkembang dan belajar. Menyenangkan sekali bisa menambah pengalaman dan relasi. Menyenangkan sekali mengajak orang lain ikut belajar dan berkembang. Menyenangkan sekali dunia pelatihan ini!

Saya belajar banyak dari pengalaman bersama MAPLE. Belajar mengemukakan pendapat. Belajar berbicara di depan orang banyak. Belajar berelasi dan bekerjasama dengan orang lain. Belajar mengkoordinasi acara dan kegiatan. Belajar berorganisasi. Belajar menangani manusia, dari anak kecil hingga orang dewasa. Belajar menyampaikan materi dengan efektif dan efisien. Belajar untuk membuat orang lain belajar.

Tanpa terasa, saya sudah tiga tahun bergabung dalam MAPLE. Banyak pengalaman dan pembelajaran berharga dari organisasi ini, yang belum tentu bisa saya dapatkan dari tempat lain. Bukan hanya dari hal-hal yang menyenangkan, namun juga dari berbagai masalah yang saya hadapi. Jika dulu saya melihat daun oranye sebagai sesuatu yang serius dan membosankan, sekarang saya dapat melihat daun oranye yang sama dan tersenyum lebar. Daun oranye tersebut telah mengubah hidup saya.

*) Penulis adalah mahasiswa aktif  Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya angkatan 2008