oleh: YOSEF ARYA WICAKSANA*

Empat setengah tahun perkuliahan di FP UAJ saya lalui. Saat ini saya sudah lulus dan masih menganggur (karena menunggu kuliah di jenjang berikutnya), akan tetapi setidaknya saya merasa bangga telah menjadi salah satu lulusan FP UAJ.

Banyak hal yang bisa dibanggakan dari “organisasi” ini. Pertama, saya bangga akan pengalaman dan pelajaran yang saya terima, baik teori, praktek, maupun pengalaman hidup. Semua hal tersebut amat membantu dan memfasilitasi saya untuk semakin memahami diri sendiri, lingkungan, maupun peran saya di dalam lingkungan.

Ketiga hal tersebut saya dapatkan tidak hanya di dalam kelas, tapi juga di luar kelas. Melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan, seringkali terjalin interaksi antara mahasiswa, dosen, maupun karyawan. Interaksi tersebut memfasilitasi saya dan beberapa teman (berdasarkan hasil diskusi, ngobrol, dan curhat) untuk belajar banyak hal, khususnya mengenai relasi di lingkungan sosial. Saya juga belajar bahwa manusia tidak harus melulu belajar dari hal yang baik, tapi juga dari yang buruk. Manusia tidak melulu belajar membedakan hal yang benar dengan yang salah, tetapi belajar berdiskusi serta menerima kondisi orang lain yang berbeda dengannya. Hal-hal inilah yang saya anggap sebagai bekal hidup terutama setelah keluar dari FP UAJ.

Oh ya, yang saya dengar, lulusan FP UAJ adalah tenaga kerja yang paling dicari oleh banyak perusahaan. Hal tersebut juga tentunya membanggakan. Tentu masih banyak keunggulan lain dari FP UAJ, baik pihak internal maupun eksternal. Sepertinya tidak perlu saya sebutkan semua di sini, agar tidak berkesan meninggi-ninggikan almamater sendiri. Intinya, selain memiliki keunggulan akademis, FP UAJ juga dikenal sebagai penghasil berbagai organisasi dengan reputasi dan performa baik. Hal tersebut diakui oleh banyak pihak, baik di tingkat Unika Atma Jaya maupun di mata rekan-rekan dari universitas lain.

Salah satu catatan menarik saya adalah saat flashback ke masa pencarian universitas dengan jurusan psikologi di masa SMA dulu. Saya mendapat banyak sekali informasi dan masukan bahwa FP UAJ adalah salah satu yang terbaik. Kini, saya dengan bangga dapat mengatakan telah berhasil mengalami sendiri berbagai keunggulan-keunggulan yang ditawarkan tersebut, sejak awal kuliah hingga lulus di FP UAJ. Puji Tuhan, keputusan saya untuk memilih FP UAJ tepat dan tidak ada satu hal pun yang saya sesali dengan kuliah di sini. Keluar dari FP UAJ, saya merasa sebagai pribadi yang lebih baik, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik dalam usia saat ini.

Buat saya, kebanggaan dan nama baik adalah hal yang akan terus dibawa sampai mati dan dikenang orang lain, bahkan hingga manusia telah tiada. Oleh karena itu, kedua hal tersebut menjadi hal yang sangat saya “kejar” dalam hidup. Siapa sih yang tidak mau dikenang sebagai orang yang baik, apalagi orang yang berprestasi dan berjasa bagi sesama?

Saya yakin bahwa pengalaman sebagai salah satu lulusan FP UAJ adalah salah satu pencapaian terbaik dalam hidup saya, baik di mata pribadi maupun lingkungan sosial saya. Untuk itu, saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang berperan dalam proses belajar saya di sini. Bapak/Ibu/Mbak/Mas Dosen, karyawan sekretariat, dan semua teman-teman yang membantu saya ‘belajar’ dari semester satu sampai selesai menyusun skripsi.

Semoga FP UAJ jaya selalu! Tuhan memberkati.

*) Penulis adalah alumni Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya angkatan 2007 dan akan menjadi mahasiswa Magister Profesi angkatan 2012 di universitas yang sama.