Oleh: YOSEF NUGRAHA*

Pada awalnya saya merasa sangat terpaksa untuk kuliah di Jakarta karena sedikit sekali sahabat-sahabat saya yang kuliah di sana. Paksaan dari orang tua dan kakak saya yang akhirnya membuat saya harus kuliah di Jakarta. Argumen mereka: banyak saudara yang berkuliah di Jakarta. Hal ini membuat impian saya untuk melewati masa-masa kuliah bersama para sahabat saya di Bandung menjadi berantakan.

Pada awal-awal kuliah saya merasa sangat canggung untuk bergaul dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya. Bukan karena saya berasal dari daerah sehingga pergaulannya berbeda, tetapi karena saya merindukan sahabat-sahabat saya yang berkuliah di Bandung. Hal ini membuat saya sering sekali membayangkan untuk pergi ke Bandung dan bertemu dengan sahabat-sahabat saya di sana. Namun, hal ini tidak pernah saya realisasikan karena kesibukan saya di Fakultas Psikologi.

Sebenarnya, saya sendiri yang memutuskan untuk mengambil jurusan psikologi yang sudah saya jalani selama satu tahun ini. Namun, berbagai tugas dari sejumlah mata kuliah yang menumpuk dari hari ke hari membuat saya merasa kesal dan sedih karena membuat saya tidak dapat pergi ke Bandung untuk bertemu sahabat-sahabat saya. Namun, satu tahun berkuliah jugalah yang membuat saya menemukan teman-teman baru, baik yang seangkatan maupun yang lebih tua dari saya. Hal ini membuat saya sanggup bertahan di sini.

Teman-teman baru saya di sini sama sekali tidak memandang saya sebagai orang pinggiran dari suatu kota kecil bernama Sukabumi. Mereka justru sangat menerima saya meskipun logat Sunda saya yang masih kental. Meskipun saya belum mengetahui seluk-beluk kota metropolitan ini. Mereka sangat membantu saya untuk bertahan di Fakultas Psikologi ini dengan berbagai cara, mulai dari mengajak saya untuk menjadi panitia acara (Festival Psikosinema 5), pengurus KOMPSI, anggota UKM Fakultas seperti MAPLE, dan acara-acara fakultas lainnya seperti Pramabim-Mabim, YPB, maupun Lustrum. Meskipun tidak di semua kegiatan tersebut saya diterima menjadi panitia maupun anggota, saya tidak pernah merasa ditolak. Mereka tetap menerima saya sebagai bagian dari keluarga besar FP UAJ.

Kini saya pun sudah merasa sangat betah berkuliah di FP UAJ karena rasa kekeluargaan yang sangat kental. Selamat ulang tahun yang ke-20, FP UAJ! Semoga selalu sukses dan menjadi Fakultas Psikologi yang terbaik!

*) Penulis adalah mahasiswa aktif  Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya angkatan 2011