oleh: KENNY ALHDRIN*

Lho, judul kok kayak gitu?

Iya. Sengaja. Biar catchy aja. Biar orang tertarik buat baca.

”Psikologi? Yang dipelajarin apaan tuh?” Pertanyaan ini beberapa kali ditujukan kepada saya ketika saya memutuskan untuk masuk ke Fakultas Psikologi (FP) Unika Atma Jaya. Yaaa… waktu itu saya juga tidak tahu apa jawabannya. Bahkan saya tidak yakin bahwa saya memiliki motivasi lain untuk masuk ke FP Unika Atma Jaya selain karena kualitasnya yang terkenal bagus dan saya tidak perlu mengikuti tes masuk (saya masuk lewat jalur bebas tes). Untungnya keputusan saya ini sama sekali tidak salah. Ibaratnya main bowling, bisa dapat strike meskipun melempar dengan mata tertutup.

Banyak perubahan yang saya alami dengan berkuliah di FP Unika Atma Jaya. Kini saya menjadi lebih “haus” untuk belajar, baik dalam hal akademis maupun non-akademis. Saya juga menjadi lebih berani berbicara di depan orang banyak, serta lebih bisa lepas dari zona nyaman saya.

Berkuliah di FP Unika Atma Jaya juga membuat saya lebih kaya akan pengalaman menarik yang meliputi kurang tidur, kegagalan dalam berbagai hal, mengikuti lomba bertaraf nasional, dan lain sebagainya. Pengalaman berorganisasi yang menyenangkan dan menantang beserta teman-teman yang bervariasi dari lucu sampai liar juga saya dapatkan di sini. Akan tetapi, yang paling penting, dengan berkuliah di FP Unika Atma Jaya, saya telah berubah dari orang yang tidak punya tujuan yang jelas menjadi orang yang punya tujuan, tahu bagaimana untuk mencapainya, dan mau bekerja keras untuk itu. Nice kan? Nice dong. Intinya, kualitas hidup meningkat jauh deh. Dari bukan “siapa-siapa”, FP Unika Atma Jaya dengan cukup sukses berhasil mengubah saya menjadi “seseorang”.

Itu perubahan yang gue alami. Gimana dengan lo? Apa saja perubahan positif yang lo dapatkan dengan hidup di lingkungan FP Unika Atma Jaya? Moga-moga lebih banyak dan lebih bagus dari gue. Ngomong-ngomong, pernah tidak terpikir bagaimana seandainya kita tak pernah masuk ke dalam keluarga FP Unika Atma Jaya? Gue jujur belum pernah. Mungkin bisa dapat kerjaan dengan gaji yang lebih tinggi kali ya? Tapi, bagaimanapun, pengalaman kuliah di FP Unika Atma Jaya tetap tak tergantikan dengan apapun kok. Gue sangat menikmati gue yang sekarang ini sebagai hasil tempaan FP Unika Atma Jaya.

Lho, kok jadi pakai gue-lo?”

Gak apa-apa. Biar lebih santai saja. Di FP Unika Atma Jaya, dosen-dosennya juga menggunakan kata-kata panggilan itu kok, baik ke sesama dosen, dosen ke mahasiswa, atau bahkan terkadang mahasiswa ke dosen. Bukan berarti tidak hormat (ini berdasarkan pengalaman pribadi ya), tapi malah membuat suasana di FP Unika Atma Jaya lebih santai dan hangat. Ini, menurut saya, merupakan salah satu alasan utama mengapa saya sama sekali tidak merasa menyesal telah menjadi bagian dari FP Unika Atma Jaya.

Ngomong-ngomong soal suasana santai dan hangat..

Ada sebuah sungai..”

Ketiga kata di atas adalah penggalan awal dari sebuah lelucon yang sepertinya akan sulit saya lupakan. Lelucon ini merupakan salah satu kenang-kenangan paling memorable bagi saya dari semester pertama di FP Unika Atma Jaya. Isinya tidak saya paparkan di sini ya karena terlalu vulgar.

Adapun semester pertama memang merupakan saat-saat paling menyenangkan bagi saya selama di FP Unika Atma Jaya.Tindakan-tindakan konyol seperti mondar-mandir di lift dan lantai 5 dengan helm motor terpasang di kepala, tidak jarang saya lakukan ketika itu. Mungkin juga karena semester pertama dianggap yang paling santai ya di FP Unika Atma Jaya.

Konon kabarnya, grafik tingkat kesulitan perkuliahan di FP Unika Atma Jaya meningkat secara konstan dari semester satu hingga semester lima, lalu menurun untuk semester-semester berikutnya. Kalau untuk saya sendiri, semester enam dan tujuh malah lebih berat dari semester lima. Menyesal? Sama sekali tidak. Bercapai-capai ria di FP Unika Atma Jaya dulu memiliki kesan positif tersendiri bagi saya kok.

Lho.. Sepertinya saya sudah tidak terlalu fokus lagi ya dalam bercerita? Kalau begitu, sampai di sini saja tulisan saya. Akhir kata, saya sangat berterima kasih atas apa yang telah diberikan FP Unika Atma Jaya pada saya, baik oleh para dosen, staf, alumni, maupun mahasiswa-mahasiswanya. Suatu saat nanti, saya akan kembali lagi ke FP Unika Atma Jaya.

Ngomong-ngomong, kenapa kopi instan yang biasanya ada di sekre itu Indo**** Coffeemix 3 in 1 ya ? Gak enak ah. Kemanisan.

*) Penulis adalah alumni Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya angkatan 2008