oleh: MARLIN GABRIELLA RUSLI*

Cerita Pertama

“2010…. On fire!”

Masih terngiang pertama kali mendengar jargon tersebut dua tahun yang lalu. Jargon yang pada awalnya kami pikir sebagai sesuatu yang kekanak-kanakan. Melihat para TL (team leader) yang sangat hiperaktif, saya dan beberapa teman lainnya merasa salah masuk ruangan. Bukankah seharusnya kami diajarkan untuk beradaptasi di lingkungan perkuliahan yang baru ini? Kenapa mereka jingkrak-jingkrak sambil berteriak? Pemikiran itulah yang muncul pada saat Open House.

Berlanjut ke Pramabim. Jargon itu semakin sering harus kami ucapkan ketika fasilitator meneriakkan angkatan kami. Di awal sesi, pertengahan, sampai akhir kami harus meneriakkan jargon tersebut. Sampai pada salah satu sesi di Pramabim yang membuat kami semua bangga meneriakkan jargon tersebut: Final Mission. Setelah melewati berbagai rintangan dan rasa lelah yang sangat, kami dengan bangga dan bahagia bisa meneriakkan “ON FIRE!” di depan api unggun yang kami nyalakan dengan jerih payah—dan yang paling penting—kebersamaan kami. Jargon tersebut menjadi identitas angkatan kami, angkatan 2010.

Setiap ada kegiatan yang melibatkan teman-teman seangkatan, kami tidak lupa meneriakkan “ON FIRE”, untuk membangkitkan semangat dan mengingatkan akan perjalanan yang telah kami lewati sejak Agustus 2010. Banyak perbedaan di antara kami, namun ketika menyangkut masalah yang melibatkan satu angkatan, kami pasti bersatu.

Saya sendiri tidak tahu apakah teman-teman saya merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasakan, namun itulah yang saya lihat dari angkatan saya ini. Saya merasa bangga dan senang bisa menjadi salah satu anggota angkatan ini. Saya mendapat banyak teman yang menyenangkan dan melengkapi perjuangan hidup dalam fakultas ini.

“2010…. On fire!”

Cerita Kedua

 

“Begadang jangan begada~aaang…”

Sepertinya lagu tersebut tidak cocok dinyanyikan oleh beberapa mahasiswa psikologi. Tugas yang banyak, baik dari organisasi maupun tugas kuliah, rasanya tidak ada habisnya. Walaupun usia saya di fakultas ini masih muda, sering saya berpikir berapa lama lagi waktu yang perlu saya habiskan untuk mengemban pendidikan di fakultas ini. Saya sudah lelah.

Berbagai pengalaman setelah menjalani empat semester ini membuat saya bisa merasa sedih maupun menuai tawa geli saat mengingatnya. Faktor rumah jauh dan terlalu banyak kegiatan non-akademis sempat membuat saya kewalahan dalam mengatur jadwal. Saat manajemen waktu menjadi buruk, satu-satunya hal yang dapat menyelamatkan adalah begadang.

Waktu itu sekitar bulan September tahun 2011, ada sebuah program besar pada organisasi di fakultas yang saya ikuti. Pada saat yang bersamaan, teman-teman saya yang ikut dalam persiapan program tersebut memliki acara lain yang tidak dapat ditinggal. Jadi, saya harus menyiapkannya sendirian. Pada malam yang sama saya masih ada tugas yang belum selesai saya kerjakan padahal sudah dicicil. Ditambah dengan laptop untuk mengerjakan semua tugas tersebut nge-hang sebanyak 5 kali. Akhirnya pada malam itu saya harus begadang.

Pada hari itu saya sampai rumah pukul 22.00 setelah melewati tiga jam perjalanan dari kampus ke rumah. Saya kemudian mulai mengerjakan tugas-tugas saya pada malam itu pukul 22.30. Saya kira hanya akan sebentar melakukan semua itu, namun keterbatasan saya dalam merangkai kata-kata untuk sebuah makalah ilmiah membuat saya membutuhkan waktu lebih untuk mengerjakan tugas tersebut. Akhirnya, hari itu pun saya jalani selama 24 jam tanpa istirahat.

Saya harus berangkat dari rumah pukul 05.30, jadi saya memutuskan melanjutkan tugas itu di kampus. Rasa kantuk tidak datang saat saya menjalani perkuliahan pada hari itu. Namun efeknya baru terasa keesokan harinya. Saya merasa sangat ngantuk dan badan terasa lelah luar biasa.

Pengalaman begadang tersebut tidak hanya terjadi sekali itu saja. Semakin lama berada di Fakultas Psikologi, ternyata frekuensinya semakin banyak. Tidak hanya karena tugas individu namun juga tugas kelompok. Lama-lama saya menjadi terbiasa, teman-teman saya juga demikian. Namun hal ini memberikan pelajaran sendiri tentang manajemen waktu yang baik. Untunglah sekarang manajemen waktu saya tidak separah dulu.

Akhir kata, dirgahayu fakultas tercinta. Saya masih akan menjalani proses pembelajaran yang panjang bersamamu! :p

*) Penulis adalah mahasiswa aktif  Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya angkatan 2010