Oleh: BENEDICTA PRIHATIN DWI RIYANTI*

Membaca blog tentang Psikologi Atma Jaya, membuat saya tergelitik untuk ikut menyumbangkan tulisan. Apalagi saya sudah bergabung di Psikologi Unika Atma Jaya sejak tahun 1995, tentu bukan waktu yang singkat dan banyak kenangan suka dan duka saya alami selama kurun waktu tersebut.

Awalnya saya bergabung dengan Psikologi Unika Atma Jaya sebagai dosen luar biasa (dosen tidak tetap). Waktu ditawari pertama kali saya menolak bergabung sebagai dosen tetap karena saya merasa tempatnya jauh dan perlu waktu lama untuk sampai di kantor. Maklum sebelumnya, saya bekerja di Fakultas Psikologi Untag Surabaya yang jarak tempuh dengan tempat tinggal saya hanya perlu waktu 10 menit. Tapi kalau bekerja di Unika Atma Jaya saya harus berangkat pagi-pagi sekali untuk bisa sampai di kantor tepat waktu, dan jarak tempuhnya rata-rata 1.5 jam, berarti setiap hari rata-rata 3 jam waktu saya habis di jalan.  Tetapi ternyata  setelah menjadi dosen LB selama 3 tahun, saya mulai bisa menyesuaikan irama hidup di Jakarta sehingga kemudian saya mau bergabung secara penuh di Unika Atma Jaya hingga saat ini.

Pernah mengalami bekerja di tempat lain mungkin menjadi anugerah buat saya. Karena pengalaman bekerja di tempat lain membuat saya bisa membandingkan keuntungan dan kekurangan bekerja di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya. Saya merasa, sampai saat ini, bisa bekerja di Unika Atma Jaya lebih banyak untungnya dari pada ruginya.

Kenapa saya bergabung dengan Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya? Karena cita-cita saya sejak pertama kali memutuskan ingin bekerja adalah saya ingin menjadi dosen. Kenapa menjadi dosen? Karena bisa bekerja sampai tua. Berdasarkan pengalaman saya waktu menempuh kuliah di S1, saya selalu kagum dengan dosen-dosen senior yang tetap bergairah dan produktif meski sudah di usia senja dan saya ingin seperti mereka.

Karena cita-cita saya memang ingin menjadi dosen  maka  saya mencoba memahami, apa tuntutan utama yang harus saya penuhi supaya saya bisa menjadi dosen yang baik. Tuntutan untuk menjadi dosen yang baik adalah menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sebenarnya ini standar yang berlaku umum bagi siapa saja yang menjadi dosen dan bekerja di mana saja. Hanya saja standar yang berlaku umum ini bisa difasilitasi secara penuh di Unika Atma Jaya, khususnya di Fakultas Psikologi. Untuk bisa menjalankan tiga pilar darma sebagai dosen, pertama kali yang saya pikirkan adalah saya harus studi lanjut sampai ke tingkat doktoral. Kebetulan ketika bergabung dengan Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya saya sedang menempuh kuliah doktoral, jadi cita-cita saya ini sudah terpenuhi sebelum saya bekerja secara penuh di Unika Atma Jaya. Atma tinggal memfasilitasi saya untuk penelitian dan promosi. Tetapi itu juga sangat besar artinya buat saya. Ketika sudah bisa menyelesaikan semua jenjang pendidikan, saatnya saya mengisi panggilan saya sebagai dosen secara penuh. Untuk bisa memaknai panggilan saya tersebut, saya harus bisa menyesuaikan keinginan saya dengan keinginan Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya. Karena itu saya sebagai dosen harus tahu, warna apa yang dikembangkan di Psikologi Unika Atma Jaya ini. Visi misi Fakultas sekitar tahun 2003 masih seputar option to the poor, disadvantage people dan mulitkultural. Visi misi ini saya bawa dalam tema-tema tri dharma saya. Kesesuaian dengan visi misi Fakultas membuat apa yang saya kembangkan selaras dengan kebutuhan fakultas sehingga saya merasa Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya memfasilitasi kebutuhan saya dengan baik. Dalam pengajaran, saya bisa mengajar mata kuliah yang menjadi minat saya, saya bahkan bisa mengembangkan mata kuliah sendiri yaitu Kewirausahaan dan Kreativitas di Tempat Kerja. Di bidang penelitian, dana penelitian tersedia melimpah, bila saya ingin mempresentasikan hasil penelitian, baik di dalam maupun di luar negeri, selama ini saya difasilitasi dengan baik. Dalam bidang pengabdian masyarakat, asal saya punya energi, saya bisa melakukannya setiap tahun. Peluang yang demikian tidak mudah ditemui di perguruan tinggi yang lain. Pengalaman saya sebagai asesor menunjukkan bahwa di perguruan tinggi lain, semua itu tidak mudah diperoleh, dana yang tersedia terbatas.

Meskipun akhir-akhir ini ada pengetatan dalam hal dana di tingkat universitas, menurut saya, hal ini hal yang biasa. Saat ini tuntutan mendapat dana hibah dari luar perguruan tinggi adalah tuntutan yang berlaku dimana saja. Andai Unika Atma Jaya tidak bisa memfasilitasi semua kebutuhan dosen, pemerintah melalui Kopertis maupun Dikti memberikan banyak program yang menyediakan dana bagi dosen yang ingin berkembang. Sebelum bergabung dengan Unika Atma Jaya saya sudah biasa mencoba mencari sendiri peluang-peluang mendapatkan dana, misalnya dana pendidikan untuk menunjang studi S3 saya, dana penelitian Hibah bersaing, dan dana presentasi paper.

Hal lain di luar dana, Fakultas Psikologi adalah tempat bekerja yang menyenangkan. Di sini bergabung para tenaga pengajar yang berasal berbagai universitas luar negeri dan dalam negeri, mereka berasal dari berbagai suku dan keyakinan yang berbeda. Teman-teman dosen memiliki kepakarannya masing-masing. Kondisi ini sungguh menyenangkan karena mudah buat saya mengajak berkolaborasi melakukan suatu karya bersama-sama. Bukan hanya dalam hal karya, dalam kehidupan keseharian, menemui teman-teman yang luar biasa yang selalu bersikap baik, jauh dari gosip menggosip adalah suatu atmosfir positif yang membuat saya merasa ada di rumah sendiri. Hal lain lagi yang saya temui di sini adalah, pimpinan Fakultas selalu mengakomodasi kegiatan dari masing-masing dosen, memberi dukungan moral dan mau berbagi ketika ada kesulitan.

Nah, hal yang tidak menyenangkan yang saya katakan lebih sedikit daripada hal yang menyenangkan adalah banyaknya kegiatan yang berlangsung bersamaan di Fakultas sehingga saya sering ketinggalan berita atau saya tidak bisa ikut padahal tertarik dengan kegiatan tersebut. Selain kegiatan yang sangat padat, mahasiswa yang ingin cepat dilayani dan ingin cepat selesai dalam mengerjakan tugas kadang mengganggu waktu libur dan waktu istirahat. Sikap mahasiswa kadang kurang proporsional dan menimbulkan ketidaknyamanan. Kegiataan yang sangat padat dan tuntutan dalam membimbing mahasiswa ini mengakibatkan waktu bertemu dengan teman-teman untuk bersantai kurang. Akibatnya ketika bertemu hanya bisa saling menyapa sekedarnya. Tetapi diluar dari itu semua, Psikologi adalah Fakultas yang terus bertumbuh dan terus berbenah. Kekurangan-kekurangan yang ada masih bisa disiasati. Yang jelas saya melihat Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya tetap berusaha penuh mempertahankan mutu dan kualitas. Karena itu dengan penuh optimis saya mengucapkan “DIRGAHAYU YANG  KE 20 UNTUK FAKULTAS PSIKOLOGI UNIKA ATMA JAYA’’. SEMOGA MAKIN HARI MAKIN BERKUALITAS,  MAKIN MAMPU BERKIPRAH DI TINGKAT NASIONAL DAN INTERNASIONAL. MARI MENYONGSONG MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK. BERSAMA KITA BISA’.

*) Penulis adalah staf pengajar FP UAJ sejak 1999, Guru Besar FP UAJ, kini menjabat Kepala Program Studi Magister Psikologi Profesi FP UAJ