oleh: RETHA ARJADI*

Saya pastinya bukan satu-satunya mahasiswi yang tergabung dalam keluarga besar Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya. Akan tetaapi, saya selalu yakin Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya menghasilkan kesan yang berbeda pada setiap mahasiswa dan mahasiswinya.

Untuk saya, berikut beberapa kesan tersebut. Kuliah di psikologi, pada awalnya bukanlah keinginan saya yang sesungguhnya. Karena satu dan lain hal yang bisa saya sebut ‘jodoh’, atau cara alam melakukan natural selection dengan kekuatannya yang tidak saya mengerti, masuklah saya di Psikologi, tepatnya di Unika Atma Jaya. Di tahun pertama kuliah, saya ingat masih sering iri dengan mereka yang kuliah di jurusan yang sebetulnya saya inginkan yaitu Ekonomi. Akan tetapi, dibanding meradang, saya memilih untuk fokus pada kuliah, membaca buku demi buku, menjalani kuliah demi kuliah. Ya… mendalami Psikologi. Saya menantang bidang ilmu ini untuk dapat membelalakkan mata saya dan menyukainya. Rupanya, saya yang akhirnya menjadi tertantang balik di sini.

Semester demi semester berlalu, saya tidak lagi berjibaku dengan ‘keterpaksaan’ saya masuk ke Psikologi. Saya membentuk diri saya (atau tepatnya dibentuk oleh Psikologi?) sehingga menjadi saya yang sekarang ini. Istilahnya: ‘Nggak sengaja jatuh cinta sama Psikologi.’ Hihi.

Nah, sekarang… siapa sih sebetulnya si Psikologi ini?

Ketika bicara psikologi, saya tidak hanya bicara tentang bidang ilmu atau bagian dari pengetahuan yang sedang banyak digandrungi saat ini. Psikologi yang saya bicarakan mencakup kuliah demi kuliah yang saya lalui, dosen demi dosen yang bisa saya ‘curi’ ilmunya dengan sukarela, teman-teman organisasi yang tak ubahnya keluarga sendiri, kawan-kawan satu angkatan yang selalu mau berbagi, sampai staf-staf sekretariat yang mengurusi segambreng keperluan administratif saya dan ratusan mahasiswa lainnya.

Itulah Psikologi di mata saya. Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya tepatnya.

Tempat saya ‘kecemplung’, lalu belajar berenang dari megap-megap sampai bisa berenang bermacam-macam gaya, dan malah jadi menyukainya.

Tempat saya belajar bahwa yang namanya keberhasilan sistem didukung oleh kerja sama semua partikel terkecil sekalipun di dalamnya.

Tempat potensi saya betul-betul dihargai dan diapresiasi.

Tempat saya tidak dianggap aneh atau dijauhi karena berprestasi (khusus yang ini, betul-betul tidak pernah saya temukan di tempat lain hingga hari ini).

Tempat saya semakin berkembang dan menentukan keinginan saya sendiri, kemudian mencapainya.

Setelah lulus S1 di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, sekarang saya sudah hampir merampungkan kuliah S2 saya.
Nah, apa itu namanya kalo bukan ‘kecemplung’ betulan? ;)

Terimakasih keluarga besar Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya! Selamat ulang tahun! Semoga semakin LENGKAP dari tahun ke tahun! =D

Salam hangat dari seseorang yang menjadi bagian kecil dari keluarga Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya..

*) Penulis adalah alumni Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya angkatan 2006