Oleh: CINDY KOMARA*

Awalnya, ketika saya mengetahui tentang pembuatan buku dalam rangka ulang tahun ke-20 FP UAJ, saya sama sekali tidak terpikir akan mengirimkan tulisan saya. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, saya mulai tergerak ingin menulis. Keinginan itu semakin kuat ketika menjelang deadline pengumpulan tulisan. Hingga akhirnya, saya mulai menulis tulisan ini pada hari terakhir pengumpulan tulisan pukul sembilan malam.

Saya ingin berbagi kisah saya dengan ‘rumah’ saya ini. ‘Rumah’ yang saya pilih sendiri atas kesadaran saya tanpa paksaan dari pihak mana pun. Saat hari-hari awal saya masuk ke FP UAJ, saya sungguh tidak betah berada di ‘rumah’ ini. Berawal dari Pramabim-Mabim, Pengenalan Kampus, Kuliah Umum, hingga kuliah-kuliah pada minggu pertama saya kuliah. Saya merasa ini bukan tempat saya. Bukan seperti ini bayangan saya mengenai ‘rumah’ yang akan saya masuki. Sampai suatu hari, saya mengatakan kepada mama saya bahwa saya ingin berhenti kuliah.

Entah apa yang ada di pikiran mama saya saat saya mengatakan hal tersebut kepadanya. Saya juga tidak tahu bagaimana ekspresi wajah mama saya, karena saya berbicara dengan mama saya melalui telepon. Waktu itu, mama saya tidak banyak berbicara atau menasihati. Ia hanya mengatakan bahwa ia tidak mempunyai anak yang ‘lembek’. Ia punya seorang anak perempuan yang kuat. Seketika itu juga, saya tersadar bahwa menyerah bukanlah pilihan. Saya sendiri yang memilih ingin berkuliah di jurusan psikologi. Saya sendiri juga yang memutuskan untuk mendaftar di Atma Jaya. Saya jugalah yang harus bertanggung jawab menjalani pilihan yang telah saya pilih ini.

Singkat cerita, detik ini, saat saya menulis tulisan ini, saya merasa bersyukur karena saya masih tetap berada di ‘rumah’ ini. Seandainya waktu itu saya betul-betul menyerah, tentunya saya tidak akan mengalami pengalaman-pengalaman yang sangat berharga yang saya dapatkan selama saya berkuliah di FP UAJ sampai saat ini. Di ‘rumah’ ini, saya belajar arti berbagi yang sesungguhnya. Berbagi tanpa hitung-hitungan. Berbagi tanpa mengharap balasan. Di rumah ini, saya juga mengalami indahnya persahabatan. Sahabat yang selalu bersedia menerima kekurangan saya. Sahabat yang menerima saya apa adanya. Saya juga belajar menolong dengan tulus. Bukan sekedar menolong ketika diminta tolong, melainkan menawarkan pertolongan saat belum diminta. Saya bersyukur, saya bisa mendapatkan pelajaran-pelajaran yang berharga, baik dari kegiatan akademis maupun non-akademis.

Selamat Ulang Tahun FP UAJ! Terima kasih sudah bersedia menjadi ‘rumah’ bagi saya. =)

*) Penulis adalah mahasiswa aktif  Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya  angkatan 2010