Oleh: WENY SAVITRY S. PANDIA*

Masih segar dalam ingatan saya ketika pertama kali melangkahkan kaki ke kelas sebagai dosen, 12 tahun yang lalu. Rasa ragu, cemas, khawatir, namun excited, semua bercampur baur menjadi satu. ”Apakah saya bisa menunaikan tugas sebagai dosen dengan baik? Apa saya mampu mengajar dengan baik?”……. merupakan hal-hal yang seringkali mengganggu pikiran saya di malam hari sebelum mengajar. Di bulan-bulan pertama pertama mengajar, saya merasa bahwa masuk kelas lebih merupakan beban berat daripada kegembiraan. Saya belum punya gambaran bagaimana mempersiapkan materi perkuliahan, bagaimana mengelola kelas agar kuliah lebih asyik, dan berbagai hal lain yang saya anggap ideal untuk menunaikan tugas sebagai dosen. Ada salah satu rekan yang menyemangati saya dengan mengatakan: ”Nyemplung saja dulu, pasti segala sesuatunya akan berjalan dengan baik. Kamu pasti bisa belajar.”  Berbekal pesan tersebut dan self-efficacy yang naik-turun, saya berusaha secepat mungkin menyerap berbagai hal yang kiranya bisa menjadi bekal saya mengajar di depan kelas, dan berbagai hal lain yang harus saya lakukan sebagai dosen dan profesional.

Seiring berjalannya waktu, saya merasakan kehidupan yang jadi lebih berwarna di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya. Jika dulu jumlah staf sedikit, sekarang jauh lebih banyak. Hubungan dengan pihak luar terasa lebih dinamis dan bervariasi. Hal ini tentunya berimbas pada kesempatan yang banyak pula untuk belajar dan merajut berbagai pengalaman, baik secara pribadi maupun profesional. Ujung-ujungnya, terasa berdampak positif pada self-efficacy saya dalam mengajar di kelas dan menunaikan tugas sebagai dosen.

Selama 12 tahun berada di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, saya merasakan kehidupan yang semakin ’kaya’. Saya banyak sekali belajar melalui interaksi dengan kolega yang beragam tipe kepribadiannya, mahasiswa yang beragam minat dan motivasinya dalam perkuliahan maupun pengerjaan skripsi, berbagai tipe dan masalah klien, juga melalui penelitian yang dilakukan. Dalam memenuhi tenggat waktu berbagai tugas, saya belajar banyak sekali untuk mengatur waktu sebaik-baiknya, agar semua peran berjalan dengan semestinya (meski mungkin tidak optimal). Yang terpenting dari ini semua, saya juga belajar bagaimana berdamai dengan diri sendiri jika waktu dan tenaga tidak memungkinkan lagi untuk melakukan berbagai hal dan mencapai semua yang sudah direncanakan. Menurut saya pribadi, ini sungguh kehidupan yang menarik dan tidak menjemukan……!

Dua belas tahun berada di Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya memberi cukup banyak kesempatan bagi saya untuk mengamati apa yang terjadi di Fakultas tercinta. Berbagai perubahan, termasuk dua kali pergantian kurikulum, sempat saya alami. Semua ini tentunya bertujuan untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik dalam sistem maupun pembelajaran. Sebagai dampaknya, semua pihak yang terlibat tentunya perlu berubah dan menyesuaikan diri. Meski mungkin beban dan tuntutan dirasa lebih berat dibandingkan tahun-tahun lampau, inilah saatnya kita terus memotivasi diri dan tetap berpikir bahwa segala niat baik pasti ada makna positifnya.

Selamat ulang tahun, Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya. Terima kasih atas berbagai pengalaman dan kenangan manis maupun pahit yang sempat saya rasakan. Terima kasih karena telah membantu saya mengembangkan diri dan belajar memaknai kehidupan. Semoga semakin jaya, dan semakin tangguh dalam mengatasi berbagai tantangan jaman.

*) Penulis adalah staf pengajar FP UAJ sejak 2001, kini menjabat Koordinator Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FP UAJ