oleh: SUGIYA*

Halo, nama panggilan saya Aming, nama asli saya Sugiya. Saya suka sekali angka tiga. Nah, saya punya tiga cerita dari almamater saya tercinta, Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya.

Cerita pertama saya berkisah tentang keleluasaan. Di pengujung tahun 2007, saya ingin sekali bisa berkontribusi kepada fakultas, membuat sesuatu yang bisa terus menerus ada dan berkembang. Lalu, saya melihat bahwa ada satu nuansa kegiatan yang belum ada di Fakultas Psikologi, yaitu seni tari. Oleh karena itu saya bertekad merealisasikan satu unit kegiatan bagi mahasiswa Fakultas Psikologi yang bergerak di ranah seni tari. Meskipun tekad kelihatannya mantap, namun pikiran sedikit terganggu dengan kalimat, “Tapi…, bisa enggak ya?”

Saya pun memberanikan diri bertanya kepada Pudek III saat itu (namanya belum Wadek pada tahun 2007) Mas Raymond Tambunan, yang saya ketahui belakangan mirip sekali dengan Adi Bing Slamet. Berbekal informasi bahwa beliau ternyata SMA-nya di Gonzaga, yang artinya kami satu almamater, saya jadi lebih berani untuk bertanya. Ketika dialog terjadi, saya cukup kaget karena ide saya malah didukung dan direspon dengan baik. Sejak saat itulah, saya sangat bangga dengan Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, karena memberikan keleluasaan yang bertanggung jawab bagi mahasiswanya mengembangkan diri dan berkreasi.

Melalui kesempatan ini, saya ingin berterima kasih kepada Mas Raymond, karena tanpa dukungan Anda, komunitas Seni Tari Mahasiswa/i Psikologi (STAMP) mungkin tidak akan hadir di tengah-tengah mahasiswa psikologi, dan tampil secara rutin di dalam kegiatan fakultas, universitas, maupun pihak luar dengan membawa nama baik Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya.

Cerita kedua saya adalah tentang kekeluargaan. Tanpa bermaksud melakukan generalisasi, saya beberapa kali berkunjung ke sekretariat dan ruangan dosen di fakultas lain pada siang hari. Setelah membuka pintu, saya masuk ke ruangan yang hening, sesekali terdengar suara keyboard dan mouse yang sedang digunakan. Namun, ketika masuk ke sekretariat Fakultas Psikologi, banyak hal yang menarik yang mungkin tidak terjadi di fakultas lainnya.

Di pintu masuk terdapat para staf penunjang yang sedang membaca koran atau mengobrol tentang pertandingan bola yang semalam berlangsung. Di tengah area tata usaha, sesekali terdengar obrolan di sela-sela pekerjaan dan kesibukan para staf, kadang juga disertai suara keluhan mahasiswa. Jika masuk lebih dalam, terdengar pula obrolan dan tawa canda di pantry, disertai bunyi ketel yang sedang dipanaskan untuk membuat kopi. Jika beruntung mungkin saja terdengar suara siulan dari Wadek III yang dilakukan sambil berjalan mondar-mandir di sekretariat. Semakin ke pojok kanan pun terdengar canda tawa di markas “besar” dosen honorer, meskipun hanya pada hari-hari tertentu.

Satu lantai tepat di atasnya pun tidak berbeda jauh. Meskipun cenderung lebih hening dibandingkan lantai di bawahnya, di ruang komputer seringkali terjadi obrolan antar dosen dan di pojok sebelah kiri seringkali terdengar bunyi piring, sendok, dan garpu yang sedang digunakan saat makan. Cuplikan kejadian yang paling saya senangi adalah ketika telepon berbunyi, lalu terdengar “Mbak Wikaaa …?”(bisa diganti dengan nama dosen lain) *krik krik* lalu disusul “Oh, kelihatannya lagi enggak di ruangan”. Lalu, ketika pintu depan dibuka, *jreg*, kemudian terdengar “Itu Atink bukan ya?”

Suasana seperti itu yang membuat saya senang ke kampus. Bukan karena tidak ada kerjaan atau rumah saya lumayan dekat. Tapi karena suasana kekeluargaan dan keceriaan yang begitu terasa ketika berinteraksi dengan seluruh elemen di Fakultas Psikologi.

Cerita ketiga saya adalah tentang peluang. Selama 4,5 tahun menjadi mahasiswa di Fakultas Psikologi, saya cukup beruntung bisa terlibat dalam berbagai kegiatan fakultas. Hal ini dapat terjadi karena begitu banyak peluang yang diberikan oleh fakultas kepada mahasiswa. Melihat ke belakang, saya ingat betul di akhir bulan Februari tahun 2011, saya dipanggil untuk masuk ke ruangan Wadek III untuk bertemu dengan beliau dan seorang dosen lain, yaitu Mas Ferdi. Tanpa banyak basa-basi, saya ditawarkan untuk terlibat di dalam program pelatihan yang bekerja sama dengan Yayasan Putera Bahagia Jaya. Saya langsung menyetujui tawaran tersebut dan terlibat di dalam program ini hingga sekarang, setelah saya menjadi alumni.

Dari asisten dosen, hingga pelaksana kegiatan kemahasiswaan, dan berbagai kerja sama dengan pihak luar, saya sangat yakin bahwa fakultas selalu mendukung saya dan teman-teman mahasiswa untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. Mengasah soft-skill supaya seimbang dengan kemampuan akademis. Memberikan ruang untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat ke realita.

Di almamater saya tercinta, saya belajar begitu banyak hal yang mungkin tidak didapatkan oleh banyak orang selama kuliah. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen fakultas, atas semua keleluasaan, kekeluargaan, dan begitu banyak peluang yang diberikan kepada saya untuk bisa berkontribusi dan menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Psikologi. Selamat ulang tahun yang ke-20 untuk almamater saya tercinta, Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya.

*) Penulis adalah alumni Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya angkatan 2007